Boyan Tanjung – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektor guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Muspika Kecamatan Boyan Tanjung bersama perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. CAE menggelar kegiatan Coffee Morning di Aula Mapolsek Boyan Tanjung, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kapolsek Boyan Tanjung IPDA Egidius Egi, S.H., M.H., Camat Boyan Tanjung Aswad Malik, S.E., Danramil 1206-08/Bunut Hilir–Boyan Tanjung Peltu Benhard, S.M., personel Polsek dan Koramil, serta perwakilan PT. CAE yang diwakili oleh Staf PDPA Ferry.
Dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, para peserta membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama di wilayah Kecamatan Boyan Tanjung. Beberapa poin yang menjadi pembahasan antara lain maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kesiapan pelatihan dan pembinaan anggota Linmas menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2026, perizinan kegiatan hiburan rakyat berupa Organ Tunggal (OGT), serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kapolsek Boyan Tanjung menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, dan pihak perusahaan sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, berbagai permasalahan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas perlu diantisipasi melalui koordinasi yang baik dan langkah bersama yang berkelanjutan.
Selain membahas upaya pencegahan PETI, forum juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota Linmas, khususnya di desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades Tahun 2026. Keberadaan Linmas yang terlatih diharapkan mampu membantu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Dalam pembahasan terkait hiburan rakyat, seluruh pihak sepakat bahwa setiap kegiatan yang menghadirkan musik Organ Tunggal harus mengutamakan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan serta memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, menghadapi musim kemarau, seluruh elemen yang hadir juga berkomitmen meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla melalui sosialisasi, patroli pencegahan, dan pelaporan cepat apabila ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.
Melalui kegiatan Coffee Morning ini, diharapkan terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin solid antara unsur Muspika dan pihak perusahaan dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Boyan Tanjung. Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan hingga berakhir pada pukul 11.00 WIB.
0 Comments