Forkopimcam Silat Hilir Fasilitasi Pertemuan PT Agrinas Palma Nusantara dengan Warga Desa Nanga Nuar




Kapuas Hulu – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Silat Hilir memfasilitasi pertemuan antara pihak PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dengan masyarakat Desa Nanga Nuar terkait penguasaan lahan sawit eks inti PT RAP (Riau Agrotama Plantation), Selasa (27/4/2026) pukul 10.00 WIB di Aula Kantor Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir.


Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya mediasi dan penyampaian aspirasi masyarakat mengenai status lahan eks perkebunan yang berada di kawasan hutan. Kegiatan berlangsung dengan pengamanan personel Polsek Silat Hilir guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Silat Hilir Edy Suharta, SE., MM, Kapolsek Silat Hilir Ipda Amarullah Abidin, S.Tr.K., Babinsa Silat Hilir Sertu Tomi, jajaran PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Kalimantan Barat, Kepala Desa Nanga Nuar Abang Aidi Syahpri, Temenggung Suku Seberuang Ensilat Petrus Santori, serta sekitar 50 warga masyarakat.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Nanga Nuar mengimbau seluruh peserta agar menjaga ketertiban dan mengedepankan suasana yang kondusif selama pertemuan berlangsung.


Sementara itu, Camat Silat Hilir menyampaikan bahwa Forkopimcam hadir sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan dialog.


Ia menegaskan bahwa apabila persoalan belum menemukan jalan keluar, maka proses akan dibawa ke tingkat kabupaten melalui Tim Penanganan Permasalahan Perkebunan Kabupaten (TP3K) untuk penanganan lebih lanjut.


Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah perwakilan warga menyampaikan sejarah pengelolaan lahan di Desa Nanga Nuar dan menolak penyerahan lahan sawit yang saat ini mereka kelola kepada pihak PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).


Warga juga menyampaikan bahwa sebagian lahan sebelumnya telah diserahkan kembali kepada pemerintah desa setelah pencabutan izin usaha PT RAP pada tahun 2018.


Pertemuan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif.


Namun dari hasil mediasi tersebut belum tercapai kesepakatan. Sebagian warga menolak mendengarkan pemaparan dari pihak perusahaan dan meninggalkan ruang pertemuan.


Menindaklanjuti belum tercapainya titik temu, pihak PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) berencana berkoordinasi dengan TP3K Kapuas Hulu guna meminta penjelasan terkait proses penyerahan lahan kepada Pemerintah Desa Nanga Nuar.

Post a Comment

0 Comments