Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Silat Hulu sejak Kamis malam, 14 Mei 2026 hingga Jumat pagi, 15 Mei 2026, mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah hukum Polsek Silat Hulu. Informasi awal diterima sekitar pukul 10.00 WIB melalui pesan WhatsApp dari perangkat Desa Selangkai terkait adanya banjir dan longsor di beberapa titik.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Silat Hulu melalui para Bhabinkamtibmas segera melakukan koordinasi dengan kepala desa dan warga binaan masing-masing guna memantau situasi serta mendata titik-titik terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Silat Hulu.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, banjir terjadi di tiga desa, yakni Desa Selangkai, Desa Landau Rantau, dan Desa Riam Tapang. Di Desa Selangkai, banjir merendam Dusun Nanga Selangkai dan Dusun Nanga Tiai dengan ketinggian air berkisar antara 100 hingga 150 sentimeter. Sebanyak 14 rumah warga terdampak terendam air, namun tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan.
Sementara itu, di Desa Landau Rantau, banjir terjadi di pemukiman warga Dusun Bukit Puluh dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 hingga 100 sentimeter. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Di Desa Riam Tapang, banjir merendam wilayah Dusun Riam Tapang dengan ketinggian air sekitar 100 hingga 150 sentimeter. Sebanyak 16 rumah warga terdampak terendam banjir. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa.
Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di jalan poros Desa Riam Tapang Kecamatan Silat Hulu menuju Desa Landau Kumpang Kecamatan Hulu Gurung. Material longsor menutup badan jalan sehingga akses kendaraan untuk sementara waktu belum dapat dilalui.
Berdasarkan hasil pemantauan, banjir dan longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi sejak malam hari hingga pagi hari di wilayah Kecamatan Silat Hulu. Meski demikian, sekitar pukul 12.00 WIB debit air di sejumlah lokasi mulai berangsur surut.
Untuk penanganan longsor, masyarakat Desa Riam Tapang direncanakan akan melaksanakan kegiatan gotong royong pada Sabtu, 16 Mei 2026 guna membersihkan material tanah longsor agar akses jalan dapat kembali digunakan. Jalan tersebut diketahui merupakan salah satu akses utama keluar masuk warga Desa Riam Tapang.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat tidak menutup kemungkinan wilayah desa-desa di bagian hilir akan mengalami banjir kiriman dari daerah hulu apabila curah hujan kembali meningkat. Situasi hingga saat ini masih dalam pemantauan personel Polsek Silat Hulu dan dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
0 Comments